Manuscript Papyrus

Ask me anything   Submit   She is a woman with a hijab, who love man with a vespa!

This manuscript papyrus of her. Who narcissism, ambiguity, hypocrite and hate theory.

Write here too:
http://tanyamutia.blogspot.com
http://gigsplay.com

twitter.com/tanyamutia:

    Tentang alam sadar dan bawah sadar →

    kuntawiaji:

    Suatu ketika, Rasulullah SAW ditanya oleh sahabat. “Ya Rasulullah, di surga apakah ada tidur?”

    — 9 months ago with 105 notes

    Melancholic BItch: Joni & Susi Go to @america

    Skip the minute 30 into 36 :D

    — 9 months ago with 2 notes
    #melancholic bitch 
    Tempo Edisi Khusus Wiji Thukul+Kumpulan Puisi Para Jenderal Marah-Marah →

    ”Jika kau menghamba kepada ketakutan, kita memperpanjang barisan perbudakan”

    Sebanyak kurang lebihnya 200 halaman menceritakan hidup Wiji Thukul yang penuh pelarian dari para penguasa negara masa orde baru.

    Marah, takut, sedih, kagum atas semua puisi yang ia buat.

    Kaum muda harus mengenalnya. Menolak lupa ada dan hilang dirinya.

    Download di link berikut: Tempo Edisi Khusus Wiji Thukul Kumpulan Puisi Para Jendral Marah-Marah

    — 9 months ago with 3 notes
    #menolaklupa  #wijithukul 

    "See ya (hope very soon) Melancholic Bitch"-nya DIJAWAB Tuhan dalam 40 hari!

    Baca review saya di http://tanyamutia.blogspot.com/2013/07/melancholic-b1tch-semesta.html (Joni dan Susi Go to AtAmerica)

    — 9 months ago
    #melancholic bitch 

    Lima Menit bersama Ugoran Prasad di panggung milik Melancholic Bitch - Sabtu, 13 Juli 2013 @atamerica.

    Memberanikan diri angkat tangan ketika ditanya siapa yang ingin bernyanyi bersama - Ugo nyata di depan mata - Ugo mengucapkan “Selamat malam Tania”- Tangan gemetar - Tak berani menatap hadirin - Kami menyanyikan lagu Distopia - Pita suara goyang - Tak mendengar suara, selain suara Ugo - Bersamasamaselamanyaaaa - Bergoyang ala Pantura - “Tepuk tangan untuk Tania” - Senang tiada tara :)

    Baru liat hasil video konser Joni dan Susi Go to atamerica hari ini. Sial suara saya jelek banget ya baru sadar. Mohon maaf hadirin. semoga tetap menikmati goyangan maut Ugoran Prasad :)

    Ini diluar ekspektasi, terimakasih Tuhan.

    Foto oleh: Raras Prawitaningrum, Reza Pradipto, Bang Jose ()

    — 9 months ago with 1 note
    #melancholic bitch 

    omuniuum:

    Melancholic Bitch menuju semesta part 01 [bootleg] (by omuniuum)

    — 10 months ago with 4 notes

    From Daffa Andika (@deffeux)

    Melancholic Bitch
    Konser Menuju Semesta
    Jumat, 31 Mei 2013
    IFI Bandung

    Paruh I:

    (Intro)

    1. Departemental Dities and Other Verses
    2. Kartu Pos Bergambar Jembatan Golden Gate San Fransisco
    3. Bulan Madu
    4. On Genealogy of Melancholia
    5. 7 Hari Menuju Semesta
    6. Tentang Cinta
    7. The Street
    8. Distopia
    9. Requiem
    10. Debu Hologram
    11. Mars Penyembah Berhala
    12. Nasihat yang Baik

    Paruh II:

    [13. Dinding Propaganda (tidak terekam)]
    [14. Apel Adam (tidak terekam)]
    15. Off Her Love Letter (feat. Frau)
    16. Kita Adalah Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa (feat. Frau & Risa Saraswati)
    17. Akhirnya Masup Tipi
    18. Kabar dari Tepi Atap Pencakar Langit
    19. Kita Adalah Batu
    20. Noktah pada Kerumunan
    21. Menara

    — 10 months ago with 4 notes
    #melancholic bitch  #menujusemesta 
    Satu Paket “Menuju Semesta”

    Malam itu setelah membaca sekumpulan review Konser “Menuju Semesta” di banyak blog mereka yang hadir, saya curhat (atau cari perhatian?) entah apa namanya di sini http://tanyamutiaa.tumblr.com/post/52833184057/see-yaa-hope-very-soon-melancholic-bitch.

    Esoknya saya iseng share di Twitter dan CC ke akun @Omuniuum juga @simelbi. Selang beberapa jam, @simelbi dan @Omuniuum merespon tweet saya.

    RT @simelbi: halo @tanyamutia, kami baca blogmu di http://bit.ly/ZKOARx , ikut berduka dgn kehilanganmu. semoga akhirnya kita bs berjumpa :)

    Juga ada respon dari Omu, Itbo, dan beberapa akun lainnya yang tak saya kenal yang menyatakan terharu. AAAAA, respon sederhana seperti itu saja membuat saya merasa terbayarkan walau tak dapat hadir dalam konser tersebut.

    Tetapi beruntungnya saya, dapat DM dari Omu yang meminta alamat rumah. Pura-pura bertanya untuk apa, padahal dalam hati sudah ge-er akan diberi sesuatu hihihi.

    Dan taraaaa…… sepulang kerja, Fariz (adik saya) memberikan satu paket yang ia terima tadi siang dari JNE.

    Apa itu? Begini bentuknya.


    Mari kita buka….

    Pertama-tama tentu amplop polos ini…

    Kedua, akan kita buka kartu ucapan apik ini….

    Mau saya bacakan? :D

    Dear Tanya,

    Mungkin tidak akan bisa mengganti waktu dan kesempatan yang sudah berlalu, tapi semoga bisa menghibur hati. Tiket ini ditandatangani oleh seluruh Personil Melancholic Bitch malam itu sesudah konser. Tadinya akan kita simpan untuk dokumentasi, tetapi kayaknya mending buat kamu deh. Nanti video konser kemarin akan ada di Youtube. Dan semoga cepat terwujud keinginan nonton Melbi-nya. Teriring do’a untuk kakek mu.

    Salam,

    Anggota Rombongan #menujusemesta

    Boleh saya berteriak? AAAAAA. Thank you so much Omu dan Limunas

    Okay mari kita kuliti satu per-satu paket ini.

    Gajah ini adalah tiket “Menuju Semesta” yang telah ditandatangani Melbi :))

    Paspor Perjalanan “Menuju Semesta”

    Gelang “Menuju Semesta”

    Dan…..Post Card “Menuju Semesta”

    Saya merasa telah datang dalam konser tersebut dengan adanya paket ini.

    Thank you so much Omuniuum, Liga Musik Nasional dan semua yang ada untuk kejutan ini. Kita belum pernah berjumpa, tapi merasa sangat seperti keluarga. Sukses terus untuk kalian. Semoga kita lekas berjumpa.

    Salam,

    Tanya.

    — 10 months ago with 4 notes
    #melancholic bitch  #omuniuum  #limunas 
    See yaa (hope very) soon, Melancholic Bitch!

    Sejak kemunculan tweet dari Omuniuum (Omu) pada 7 May 2013. Saya tahu kode tersebut akan menjadi nyata dan tak ada ragu lagi, dipastikan band asal Jogja tersebut akan menghiasi ruang kecil di Bandung.

    Tak pikir dua kali, saya langsung memesan tiket saat Omu mengabarkan bahwa tiket konser “Menuju Semesta” milik Melancholic Bitch sudah dapat dipesan.

    -Aaaaaaaaaaaaaa! Saya berteriak senang!-

    14 hari menuju konser tersebut, saya membuat semacam To Do List untuk memastikan tak ada yang kurang untuk menikmati konser tersebut. Pertama-tama, saya memesan dua kursi travel Jakarta – Bandung, saya menyiapkan kamera, saya telah memilih dress hitam dan jilbab andalan untuk nge-gigs, meminjam sepatu hingga aksesoris kakak dan adik saya.

    Dalam hari-hari “Menuju Semesta”, saya memutar CD Balada Joni dan Susi (BJS), juga lagu-lagu Melbi yang ada di dalam album Amnesis. Ini indah sekali. Dua minggu itu energi saya bertambah. Dalam proses menutup hari, saya membawa Joni dan Susi masuk melalui bunga tidur. Sudah terbayang malam tersebut saya akan sing along bersama sekumpulan Joni dan Susi disana. Saya telah membayangkan bertemu Ugoran Prasad yang sangat misteri hingga kini—karena saya hanya dapat melihatnya melalui foto-foto blur milik orang-orang. Dan wajahnya jarang saya temui di alat pencarian google. Saya membayangkan dapat menghampiri Ugo dan semua personil Melbi lainnya, saya akan menyodorkan spidol agar mereka mau menandatangani CD BJS milik saya, kemudian meminta mereka merapatkan barisan dan merangkul saya kemudian menyiapkan pose dan senyum terindah saat teman saya mengabadikan moment tersebut.

    Terakhir, saya telah menyiapkan tweet: Dalam perjalanan “Menuju Semesta”. Damn! Can’t wait to see you, @simelbi!”. Kicauan tersebut akan saya tweet saat sudah di travel nantinya.

    -AAAAAAAA- Teriak lagi.

    ————

    H-1 saya packing and make sure semua barang bawaan untuk esok. Esok adalah hari yang padat, dan akan diakhiri dengan kenangan yang takkan terlupakan.

    Namun entah apa yang membuat saya gelisah. Saya telah merebahkan tubuh sejak pukul delapan malam. Sengaja tidur lebih pagi karena besok saya harus mengajar. Tetapi mata tak kunjung terpejam. Saya mematikan lampu dan menyalakannya kembali persis seperti adegan Bella Swan menunggu Edward. Namun saya tetap tak terlelap juga. Sepuluh menit kemudian, HP saya berdering tanda telfon masuk.

    Terjawab seketika kegelisahan saya karena kabar dari mamah. Ia mengatakan bahwa kakek saya baru saja meninggal dunia. Ia segera meminta saya datang ke Salemba malam itu juga. Sontak saya menangis tak menyangka tiba-tiba beliau pergi, dan saya tak dapat bohong bahwa saya sedih karena tak dapat hadir dalam konser “Menuju Semesta”. Tetapi mungkin kakek yang lebih dulu harus pergi menuju semesta.

    Mungkin ini berlebihan, atau karena kondisinya pas. Saya sangat kehilangan kakek saya dan tiba-tiba saja merasa hampa karena tak dapat hadir dalam konser emas itu. Ya, kapan lagi dapat menyaksikan Melbi? Mereka jarang sekali manggung.

    Tetapi kemudian rasanya senang saat membaca tulisan Itbo (Bagian dari Omuniuum) berjudul Catatan Kecil dari Konser Bertajuk #menujusemesta dalam blog milik Liga Musik Nasional .

    Itbo menuliskan di akhirnya, “Kamu, yang malam itu berhalangan hadir, saya tahu kamu ikut mendoakan ini semua, terima kasih dimanapun kamu berada.”

    Ah iya! Saya sangat mendoakan konser tersebut berjalan lancar. Super senang sekaligus sirik luar biasa semua orang membicarakan mereka di twitter. Tetapi saya tahu saya akan meluncurkan tweet ini:

    See yaa (hope very) soon, Melancholic Bitch!

    *Foto diambil dari http://ligamusiknasional.wordpress.com/2013/06/02/catatan-kecil-dari-konser-bertajuk-menujusemesta/

    — 10 months ago with 1 note
    #melancholic bitch